Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

AJANG BANTAH PEMBERITAAN PULUHAN DRUM SOLAR DI MENTOK: “DRUM ITU KOSONG, BUKAN BERISI SOLAR!”



BEKICAUBABEL.WEB.ID|MENTOK— Pemberitaan salah satu media online yang menyebut puluhan drum berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sebuah rumah di wilayah Mentok menuai tanggapan dari Ajang. Ia membantah isi pemberitaan tersebut dan menegaskan bahwa drum yang disorot dalam berita itu dalam keadaan kosong.


Klarifikasi tersebut disampaikan Ajang saat diwawancarai oleh media Narasipublik86.web.id. Ia mempertanyakan dasar informasi yang digunakan media tersebut hingga menyimpulkan bahwa drum-drum di lokasi itu berisi solar, sementara menurut keterangannya, drum tersebut tidak memiliki isi.

“Drum itu kosong, tidak ada isinya,” demikian penegasan Ajang saat memberikan klarifikasi kepada Narasipublik86.web.id.

Ajang Pertanyakan Proses Verifikasi Media

Ajang menyayangkan pemberitaan yang menurutnya telah menyimpulkan isi drum tanpa terlebih dahulu menanyakan atau mengonfirmasi langsung kepadanya.

Ia mempertanyakan bagaimana sebuah pemberitaan dapat menyatakan bahwa puluhan drum berisi solar apabila, menurut pengakuannya, tidak ada konfirmasi langsung mengenai kondisi dan isi drum tersebut.


Bagi Ajang, persoalan ini bukan sekadar perbedaan informasi, melainkan menyangkut akurasi pemberitaan dan dampaknya terhadap nama baik seseorang.


Menurutnya, sebelum sebuah informasi dipublikasikan, media seharusnya melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pihak yang berkaitan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Dalam praktik jurnalistik, verifikasi merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.


Dugaan Perjudian Juga Dipertanyakan

Selain persoalan drum yang disebut berisi solar, Ajang turut menyoroti pemberitaan mengenai sejumlah orang yang terlihat bermain kartu di teras rumah.

Ia mempertanyakan dasar yang digunakan untuk mengaitkan aktivitas tersebut dengan dugaan perjudian.

Menurutnya, keberadaan orang yang sedang bermain kartu tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa perjudian sedang berlangsung. Diperlukan penelusuran lebih lanjut mengenai aktivitas sebenarnya dan bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana harus disusun secara cermat. Perbedaan antara fakta yang terlihat dan kesimpulan yang ditarik dari fakta tersebut harus dijelaskan secara terang kepada pembaca.

Kritik Tegas: Kebebasan Pers Harus Diiringi Tanggung Jawab

Dalam klarifikasinya, Ajang juga mempertanyakan apakah sebuah media dapat memberitakan sesuatu tanpa data yang memadai dan tanpa melakukan konfirmasi kepada pihak yang disebut.

Ia berharap kebebasan pers tidak dimaknai sebagai kebebasan untuk menyampaikan kesimpulan tanpa melalui proses verifikasi yang layak.

Kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut juga berjalan bersama tanggung jawab untuk menjaga akurasi, keberimbangan, serta menghormati hak pihak-pihak yang menjadi subjek pemberitaan.

Apabila terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta, pihak yang dirugikan berhak mengajukan klarifikasi atau hak jawab melalui mekanisme yang berlaku.

“Jangan sampai dugaan diberitakan seolah-olah menjadi fakta. Media harus bekerja berdasarkan data, melakukan konfirmasi, dan memberikan ruang kepada pihak yang disebut untuk menjelaskan,” demikian inti keberatan Ajang terhadap pemberitaan tersebut.

Dewan Pers dan Aparat Diminta Menilai Berdasarkan Fakta

Ajang berharap pihak-pihak yang berwenang dapat mencermati persoalan ini secara objektif apabila terdapat pengaduan atau bukti yang dapat diperiksa.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Dewan Pers dalam menilai dugaan pelanggaran etika jurnalistik melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangannya.

Penilaian terhadap suatu pemberitaan semestinya dilakukan berdasarkan naskah yang diterbitkan, bukti pendukung, proses verifikasi, serta kesempatan klarifikasi yang diberikan kepada pihak terkait.

Sementara itu, aparat penegak hukum tetap perlu mendasarkan setiap langkah pada fakta dan bukti yang relevan, bukan semata-mata pada pemberitaan atau perdebatan yang berkembang di ruang publik.

Perlu ditegaskan bahwa dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik dan dugaan tindak pidana merupakan dua persoalan berbeda yang harus ditangani melalui mekanisme masing-masing.

Narasipublik86.web.id Membuka Ruang Klarifikasi

Melalui pemberitaan ini, Narasipublik86.web.id menyampaikan klarifikasi Ajang agar masyarakat memperoleh perspektif lain mengenai persoalan yang sebelumnya diberitakan.

Keterangan Ajang bahwa drum-drum tersebut kosong merupakan bantahan dari pihak yang bersangkutan. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, diperlukan verifikasi lebih lanjut terhadap fakta di lokasi dan keterangan pihak-pihak terkait.

Redaksi juga membuka ruang bagi media yang menerbitkan berita sebelumnya untuk memberikan penjelasan mengenai sumber informasi dan proses verifikasi yang dilakukan.

Dengan demikian, persoalan ini dapat dinilai secara lebih berimbang, tanpa terburu-buru menyimpulkan adanya pelanggaran hukum maupun pelanggaran jurnalistik.

Penutup: Pers Harus Mengungkap Fakta, Bukan Menggiring Persepsi

Pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebuah berita dapat membangun pemahaman publik, tetapi pemberitaan yang tidak akurat juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak tertentu.

Karena itu, setiap informasi yang menyangkut dugaan pelanggaran hukum harus melalui proses verifikasi yang memadai, disertai konfirmasi dan pemberian ruang jawab kepada pihak yang disebut.

Klarifikasi Ajang kini menjadi bagian penting dari upaya memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut.

Sebab, kebebasan pers bukan hanya tentang hak untuk memberitakan, tetapi juga kewajiban untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.


Wulan.W.S


Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak