Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

Keributan di Laut Kranggan Berakhir Damai, Warga Serukan Kedepankan Persatuan dan Musyawarah



BCB|BANGKA BARAT — Keributan yang sempat terjadi di perairan Laut Kranggan beberapa hari terakhir kini dinyatakan mereda. Situasi tersebut diharapkan tidak kembali memicu konflik antara kelompok warga dengan seorang joki speed boat berinisial DY.


Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, kelompok warga yang dipimpin oleh seorang warga berinisial RD mengimbau anggota kelompoknya agar tidak lagi memperpanjang persoalan yang telah terjadi.


RD meminta agar kejadian sebelumnya dijadikan pembelajaran bersama. Menurutnya, persoalan yang telah berlalu sebaiknya tidak terus dibawa menjadi pertikaian baru.


"Apa yang terjadi kemarin biarlah berlalu, tetapi jangan sampai terjadi kembali. Kita sebagai warga hanya tidak terima dengan perlakuan DY yang mengeluarkan parang ketika kelompok warga Kranggan ingin meminta hak warga Kampung Kranggan," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Namun, dari sisi lain, DY memberikan penjelasan berbeda terkait keluarnya senjata tajam tersebut.


Menurut DY, dirinya mengeluarkan parang bukan dengan maksud untuk menyerang ataupun memulai pertikaian. Ia mengaku panik dan mengambil tindakan tersebut karena merasa perlu menjaga diri ketika menghadapi sekelompok warga.


DY juga menyebut bahwa sebelum dirinya mengeluarkan parang, speed boat miliknya telah mengalami kerusakan akibat tindakan sejumlah orang dari kelompok warga Kranggan.


Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian penting yang perlu dilihat secara utuh. Sejumlah rekaman dari berbagai sumber disebut dapat menjadi bahan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih objektif.


Meski demikian, persoalan tersebut kini diharapkan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Warga diminta mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta penyelesaian sesuai aturan apabila terdapat persoalan mengenai hak atau kepentingan masyarakat.


Pengambilan atau penuntutan hak warga juga dinilai perlu dilakukan secara terstruktur, tertib, dan melalui jalur yang tepat, sehingga tidak menimbulkan kesan adanya tindakan main hakim sendiri maupun premanisme.


Persoalan di laut seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah hubungan antarwarga. Perbedaan kepentingan tetap dapat diselesaikan dengan kepala dingin tanpa harus menggunakan kekerasan ataupun ancaman.


Pesan perdamaian pun kembali mengemuka:


Bhinneka Tunggal Ika.


Berbeda daerah boleh, berbeda kepentingan boleh, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat masyarakat terpecah dan kehilangan rasa persaudaraan.

Jangan karena persoalan mencari makan, akhirnya persaudaraan yang dikorbankan.


Kini yang lebih penting adalah menjaga situasi Laut Kranggan tetap aman dan kondusif. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog, bukti, aturan, dan musyawarah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan maupun diperlakukan secara tidak adil.


Damai bukan berarti melupakan persoalan, tetapi memilih menyelesaikannya dengan cara yang lebih bermartabat.(FK)

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak