BCB|JAKARTA — Fenomena judi online kembali menjadi sorotan. Di balik iming-iming kemenangan dan keuntungan instan, tersimpan persoalan sosial yang menyedihkan karena tidak sedikit masyarakat justru kehilangan penghasilan, terlilit utang, bahkan mempertaruhkan kebutuhan dasar keluarganya.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, menilai judi online telah berkembang menjadi ancaman serius yang berpotensi menghancurkan masa depan masyarakat, terutama keluarga dari kalangan ekonomi lemah.
"Judi online adalah ancaman serius yang bisa menghancurkan masa depan keluarga miskin," ujar Surahman dalam keterangannya, Jumat (13/8/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan sisi lain dari persoalan judi online yang tidak sekadar berkaitan dengan aktivitas perjudian, tetapi juga menyentuh ketahanan keluarga dan kondisi sosial masyarakat.
Bagi keluarga miskin, kehilangan uang akibat judi online bukan sekadar kerugian finansial. Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya sekolah anak, memenuhi kebutuhan kesehatan, atau menjalankan usaha kecil dapat habis dalam hitungan menit.
Yang lebih menyedihkan, ketika seseorang terus mengejar kekalahan dengan harapan dapat mengembalikan uang yang telah hilang, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi lingkaran yang semakin sulit dihentikan. Penghasilan habis, utang bertambah, sementara kebutuhan keluarga tetap menunggu.
Dampaknya pun tidak berhenti pada pelaku. Anak dan pasangan dapat menjadi pihak yang ikut menanggung akibat dari perilaku tersebut. Keharmonisan rumah tangga dapat terganggu, tekanan ekonomi meningkat, dan masa depan keluarga perlahan ikut dipertaruhkan.
Judi online pada akhirnya bukan sekadar persoalan kalah atau menang. Ketika dilakukan tanpa kendali, aktivitas tersebut dapat menggerus ekonomi keluarga sedikit demi sedikit hingga meninggalkan persoalan yang jauh lebih besar.
Karena itu, perhatian terhadap bahaya judi online dinilai perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan secara ekonomi, menjadi penting agar mereka tidak terjebak dalam janji keuntungan cepat yang justru dapat berujung pada kehilangan penghidupan.
Di balik layar telepon genggam dan angka-angka yang terus berputar, ada keluarga yang mungkin sedang kehilangan harapan. Ada kebutuhan anak yang tertunda, dapur yang semakin sulit mengepul, serta orang tua yang harus menanggung beban akibat keputusan yang tidak mereka buat.
Itulah sisi paling menyedihkan dari judi online: ketika uang yang seharusnya menjadi jalan untuk bertahan hidup justru perlahan berubah menjadi jalan menuju kehancuran keluarga.
Eko.p



